Posting Terbaru :

ABG Desa yang Montok Berpose Seksi

Written By detikberita.com on Senin, 09 Januari 2012 | 00.59







[Cerita Panas] Nikmatnya Tubuh Gadis ABG

Written By detikberita.com on Minggu, 08 Januari 2012 | 21.59

Pada tahun 1994 saya tercatat sebagai siswa baru pada SMUN 2 pada waktu itu sebagai siswa baru, yah.. acara sekolahan biasa saja masuk pagi pulang sekitar jam 14:00 sampai pada akhirnya saya dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolah saya yaitu di SMPN 3.

Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu, saya lihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis banget dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info tinggi saya 165 cm dan umur waktu itu 16 tahun), saya berkata siapa namamu?, dia jawab linda (edited), setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing, besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama saya membuat saya deg-degan tetapi namanya lelaki yah..., jalan terus dong.

Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 saya telah berdiri didepan rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu linda muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat dan rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Saya tanya, "Mana ortu kamu...", dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
"Oohh jawab saya," saya tanya lagi "Terus Papa kamu mana?" dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung memeluk dari belakang, penis saya selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke rumahnya setelah tiba saya lihat rumahnya masih sepi mobil papanya belum datang.
Tiba-tiba dia bilang "Masuk yuk!., Papa saya kayaknya belum datang". Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikutinya dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang "Pembantu kamu mana?", dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
"oohh...", jawab saya.
Saya tanya lagi, "jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?", dia jawab iya.
"Terus Papa kamu yang bukain siapa..."
"saya..." jawabnya.
"Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih...", tanya saya. Dia bilang paling cepat juga jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget)
Saya tanya lagi "Kamu memang mau jadi pacar saya...".
Dia bilang "Iya...".
Lalu saya bilang, "kalau gitu sini dong dekat-dekat saya...", belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil saya remas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) diapun mengeluh "Ohh.., oohh sakit". katanya.

Saya langsung mengulum telinganya sambil berbisik, "Tahan sedikit yah...", dia cuma mengangguk. Payudaranya saya remas dengan kedua tanganku sambil bibir saya jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung saya lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kamipun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penis saya langsung saya rasakan menegang dengan kerasnya. Saya mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana saya, dia cuma menurut saja, lalu saya suruh untuk meremasnya. Begitu dia remas, saya langsung mengeluh panjang, "Uuhh..., nikmat sayang", kata saya.
"Teruss...", dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, "aahh..., aahh". Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama saya main cewek baruku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Saya jilat kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah. "Aahh..., sakkiitt...", tapi saya tidak ambil pusing tetap saya gigit dengan keras. Akhirnya diapun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.

Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajah saya. Sambil saya memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut. Diapun kembali mendesis, "Ahh..., aahh...", kemudian saya tarik payudaranya dekat ke wajah saya sambil saya gigit pelan-pelan. Diapun memeluk kepala saya tapi tangannya saya tepiskan. Sekelebat mata saya menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup saya pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang bikin hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.

Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju saya. Saya pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tangan saya tapi tetap dalam keadaan berdiri saya jilati kembali payudaranya. Setelah puas mulut saya pun turun ke perutnya dan tangan saya pelan-pelan saya turunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali mengisap puting payudaranya. Tangan sayapun menggosok-gosok selangkangannya langsung saya angkat pelan-pelan rok yang dia kenakan terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih saya remas-remas liang kewanitaannya dengan terburu buru, dia pun makin keras mendesis, "aahh..., aakkhh... ohh..., nikmat sekali...", dengan pelan-pelan saya turunkan cdnya sambil saya tunggu reaksinya tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan).
Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Sayapun menjilatinya dengan penuh nafsu, diapun makin berteriak, "Aakkhh..., akkhh..., lagi..., lagii..".

Setelah puas sayapun menyuruhnya duduk di lantai sambil saya membuka kancing celanaku dan saya turunkan sampai lutut terlihatlah CD-ku, saya tuntun tangannya untuk mengelus penis saya yang sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku. Diapun mengelusnya terus mulai memegang penis saya. Saya turunkan CD-ku maka penis saya langsung berkelebat keluar hampir mengenai mukanya. Diapun kaget sambil melotot melihat penis saya yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm) saya menyuruhnya untuk melepas kaos yang dia kenakan dan roknya juga seperti dipangut dia menurut saja apa yang saya suruh lakukan. Dengan terburu-buru saya pun melepas semua baju saya dan celana saya kemudian karena dia duduk dilantai sedangkan saya dikursi, saya tuntun penis saya ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Saya suruh untuk membuka mulutnya tapi kayaknya dia ragu-ragu.

Setengah memaksa, saya tarik kepalanya akhirnya penisku masuk juga kedalam mulutnya dengan perlahan dia mulai menjilati penis saya, langsung saya teriak pelan, "Aakkhh..., aakkhh...", sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penis saya di dalam mulutnya. "aakk..., akk..., nikmat sayyaangg...". Setelah agak lama akhirnya saya suruh berdiri dan melepaskan CD-nya tapi muncul keraguan di wajahnya sedikit gombal akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga maka telanjang bulatlah dia depanku sambil berdiri. Sayapun tak mau ketinggalan saya langsung berdiri dan langsung melepas CD-ya. Saya langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tangan saya meremas-remas kedua payudaranya yang putingnya sudah semakin tegang, diapun mendesis, "Aahh..., aahh..., aahh..., aahh", sewaktu tangan kananku saya turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

Setelah agak lama baru saya sadar bahwa jari saya telah basah. Saya pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan saya siapkan penis saya. Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya dari belakang. Saya sodok pelan-pelan tapi tidak maumasuk-masuk saya sodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok tangannyapun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, "Aahh..., ssaayaa..,. ssaayaangg..., kaammuu...", sayapun terus menyodok dari belakang. Mungkin karena kering penis saya nggak mau masuk-masuk juga saya angkat penis saya lalu saya ludahi tangan saya banyak-banyak dan saya oleskan pada kepala penissaya dan batangnya dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Saya genggam penis saya menuju liang senggamanya kembali. Pelan-pelan saya cari dulu lubangnya begitu saya sentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, "Ahh..., aahh...", saya tuntun penis saya menuju lubang senggamanya itu tapi saya rasakan baru masuk kepalanya saja diapun langsung menegang tapi saya sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yang keras saya sodok kuat-kuat lalu saya rasa penis saya seperti menyobek sesuatu maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, "Ssaakkiitt...". Saya rasakan penis saya sepertinya dijepit oleh dia keras sekali hingga kejantanan saya terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya. Saya lalu bertahan dalam posisi saya dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata "Tahann.. sayang... cuman sebentar kok..."

Saya memegang kembali payudaranya dari belakang sambil saya remas-remas secara perlahan dan mulut saya menjilati belakangnya lalu lehernya telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulut saya agak lama. Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciuman saya dibadan dan remasan tangan saya di payudaranya, "Ahh..., aahh..., ahh..., kamu sayang sama lakukan?" dia berkata sambil melihat kepada saya dengan wajah yang penuh pengharapan. Saya cuma menganggukkan kepala padahal saya lagi sedang menikmati penis saya di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seakan-akan saya lagi berada di suatu tempat yang dinamakan surga. "Enak sayang?", kataku. Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, "Aahh..., aahh..." lalu saya mulai bekerja, saya tarik pelan-pelan penis saya lalu saya majukan lagi tarik lagi majukan lagi dia pun makin keras mendesis, "Aahh..., ahh..., ahhkkhh..." akhirnya ketika saya rasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi saya pun mengeluar-masukkan penis saya dengan cepat dia pun semakin melenguh menikmati semua yang saya perbuat pada dirinya sambil terus-meremas payudaranya yang besar itu. Dia teriak "Sayaa mauu keeluuarr...".
Sayapun berkata "aahhkkssaayyaanggkkuu...", saya langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai saya rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya tapi saya benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, "Ahh..., aahh..., ahh..., akkhh..., akkhh..., truss" langsung dia bilang "Sayyaa kkeelluuaarr..., akkhh..., akhh...", tiba-tiba dia mau jatuh tapi saya tahan dengan tangan saya. Saya pegangi pinggulnya dengan kedua tangan saya sambil saya kocok penis saya lebih cepat lagi, "Akkhh..., akkhh..., ssaayyaa mauu..., kkeelluuaarr..., akkhh...", pegangan saya di pinggulnya saya lepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

Dari penis saya menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, "Ccroott..., croott.., ccrroott..., akkhh..., akkhh...", saya melihat air mani saya membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, "Akhh..., thanks sayangkuu...", sambil berjongkok saya cium pipinya sambil saya suruh jilat lagi penisku. Diapun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu saya bilang pakai pakaian kamu dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

Setelah kami berdua selesai saya mengecup bibirnya sambil berkata, "Saya pulang dulu yah sampai besok sayang...!". Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin nyesal tidak tahu ahh. Saya lihat jam saya sudah menunjukkan jam 23.35, saya pulang dengan sejuta kenikmatan.


TAMAT

Model Cantik dengan Body Sempurna






ABG Cantik yang bikin si kecil cenat-cenut








Sexy Dancer Caesar Palace Bandung




Model Bikini Bertoket Super Gede



Bispak Siap Eksekusi dengan Lingerie Seksinya





ABG Seksi Foto dikamarnya





Cewek Seksi Pengen Bugil tapi Malu


Tips Menghindari Banci Dijalan

Ada sebagian orang yg takut akan keganasan banci, entah banci original maupun banci yang imitasi, kesemua banci mempunyai naluri untuk menggaet pasangan tanpa rintangan. Bila kita salah memilih langkah dalam menghindari banci, niscaya anda akan menjadi korban finansial dan keperjakaan anda, banci juga manusia yang butuh hasrat manusiawi. Berikut tips apabila anda sedang berjalan dan tiba-tiba didepan anda ada banci :
1. jangan putar arah
Mungkin anda akan kaget melihat banci didepan anda dan reflek untuk berputar balik demi menghindar, langkah ini salah. Banci akan tahu jika anda menghindar dan ia akan segera mengejar anda. Ingat, daya kecepatan lari banci adalah dua kali lipat dari manusia biasa, karena dia mempunya dua perwujudan makhluk cewek dan cowok maka wajar tenaganya dobel. Lebih baik anda terus melangkah dengan kecepatan rendah dan jangan menatap matanya...

2. kesenggol banci

Bila anda tidak sengaja (mungkin juga sengaja) menyenggol banci, jangan pernah meminta maaf, buatlah dia kesal terhadap keangkuhan anda, pasang tampang cool dan berlalu dari hadapannya. Bila anda nekat meminta maaf kepadanya niscaya dia akan mencap anda sang pahlawan dan pahlawan butuh ciuman hangat dari sang pujaan. Apa anda mau dicium banci ?, sampai anda bau tanah pun rasanya tidak akan hilang...

3. banci rombongan
Ini adalah suatu kejadian paling menyulitkan dimana anda akan bertemu dengan gerombolan bencong. Rasa dag dig dug nya melebihi anda terkena razia gabungan polisi. Usahakan anda bersikap tenang, berjalan pelan, jangan pura-pura batuk atau ingusan justru malah membuat para banci tersebut memperhatikan anda. Jalan satu-satunya adalah lari ketika anda dua meter dihadapan mereka, caranya adalah berpura-pura memanggil teman anda disebrang jalan barulah anda berlari. Cara ini kurang efektif apabila yg anda panggil namanya sama dengan si banci atau memang anda ketauan berpura-pura. Lebih baik anda berpura-pura angkat telepon dan bentak-bentak ditelpon...

4. diajak ngobrol sama banci
Sedang naik kereta atau angkutan umum lainnya tiba-tiba ada sekelebatan makhluk menghampiri anda, ternyata banci yang ingin berkenalan dengan anda. Usahakan anda tidak terlihat jijik dengannya, tetap tenang dan tersenyum namun jangan berlebihan. Anggaplah sang banci adalah teman sepermainan anda, jangan grogi berbicara, tetap fokus pada pembicaraan. Perlahan-lahan anda ajak ngobrol ke arah siksa kubur di alam baqa, fakta menyimpulkan para banci paling takut dengan alam baqa, ceritakan betapa perihnya dialam kubur sana. Niscaya, 10 menit anda membahas tema tersebut, sanga banci bakal lompat dari kereta...

5. hindari daerah rawan
Mungkin taman lawang adalah tempat legendaris buat para bancikers, namun banyak taman-taman lainnya yg sekiranya adalah surga para banci. Hindari tempat-tempat dimana makhluk2 tersebut berada, jangan sampai anda sering terlihat melewati daerah tersebut. Banci suka menandai mangsanya, setelah tahu mangsanya lengah maka langsung saja dicengkram tanpa ampun...

Oke sekian tips paling berguna dari saya, sebelum kaki anda melangkah keluar diusahakan berdoa dulu agar anda selamat dari makhluk2 tersebut. Ingat banci adalah manusia yang salah jalur, jangan pernah menyepelekan apalagi menindas mereka apalagi menikahi mereka. Amit dah......

sumber: http://all-mistery.blogspot.com/2010/07/tips-menghindari-banci-dijalan.html

Mahasiswi Bandung yang Bohay



Bispak Cantik Bertoket Bulat di Tempat Karaoke



[Cerita Panas] Nikmatnya Tubuh Dokter Siska

Siska adalah seorang dokter yang mendapat tugas PTT di sebuah desa yang terletak di pedalaman propinsi Jambi. Setamat dari kedokteran ia harus bertugas sebagaimana sumpah saat ia diwisuda. Berbagai upaya dilakukan oleh orang tuanya, yang notabene pejabat teras suatu daerah, namun karena saat ini telah berubah dan adanya keputusan pemerintah maka tidak dapat ditunda dan dihindari.
Siska adalah seorang gadis yang berusia 26 tahun. Setiap ke kampus ia selalu menyetir sedan All New-nya sendiri. Ia berparas cantik dengan rambutnya sebahu dan berkulit putih bersih. Tingginya 165cm dengan pinggul yang berbentuk dan sepasang kaki yang panjang. Dadanya sesuai dan amat serasi dengan bobot tubuhnya yang 49 kg.
Dengan sosok secantik itu, tidak heran banyak teman pria di kampus maupun di luar kampusnya yang naksir namun hanya Ryan yang berkenan di hatinya. Ryan adalah tunangannya. Ryan adalah seorang putra pengusaha di kota itu dan sekarang bekerja pada sebuah BUMN di kota itu juga.
Hari pertama Siska di desa itu, cukup jauh perjalanan ia tempuh. Selain langkanya angkutan umum juga perlu ditempuh satu hari perjalanan darat dari kota Siska. Letaknya terisolir. Maklum Siska biasa di propinsi yang telah maju. Siska diantar oleh pegawai kecamatan dan juga diantar oleh sang pacar.
Sesampai di desa itu, Siska diperkenalkan dengan para pegawai klinik. Salah seorangnya bernama Wati. Siska menetap di rumah kepala suku yang kebetulan memiliki dua buah rumah. Siska dikenalkan kepada Pak Bujana yang merangkap kepala dusun desa itu. Pak Bujana amat disegani dan ditakuti di desa itu. Jarak antar rumah di desa itu amat jarang. Mata pencaharian masyarakatnya adalah petani karet. Di rumah kayu Pak Bujana inilah Siska tinggal dan menetap selama ia bertugas.
Sebagai kepala suku, Pak Bujana bertanggung jawab terhadap keselamatan Siska. Pak Bujana adalah lelaki berumur 60 tahun. Ia penduduk asli dusun itu dan memiliki 3 orang istri. Masing-masing istrinya memiliki rumah sendiri, maklum Pak Bujana banyak memiliki tanaman karet.
Siska betugas bersama Wati ke desa-desa memberikan pelayanan kesehatan. Pak Bujana kadang-kadang membantu Siska mengantar ke desa jika Wati sedang tidak bisa. Dengan sepeda motor tuanya Pak Bujana memboncengkan Siska. Untuk tugas kedesa yang jauh Pak Bujanalah yang mengantar dan bertindak sebagai penunjuk jalan.
Suatu ketika Siska pernah diganggu oleh pemuda kampung sebelah. Maklum jalan desa itu hanya setapak dan hanya bisa dilalui sepeda motor, untunglah saat itu Pak Bujana muncul. Ia menantang pemuda itu duel. Karena keberanian dan keahliannya silat maka pemuda itu dapat ia kalahkan. Pemuda itu berjanji tak akan menganggu Siska bertugas lagi. Saat itu Siska amat cemas namun ia lega sebab Pak Bujana memiliki kewibawaan dan ilmu silat, ditunjang kokohnya badan Pak Bujana.
Karena seringnya Siska berboncengan dengan Pak Bujana, ditambah jalan yang tidak mulus dan setapak, tidak heran sesekali dada Siska bergeser pada punggung Bujana. Saat-saat itu selalu membuat desiran dalam dada Bujana. Selain Siska cantik, Pak Bujana merasakan kekenyalan dada Siska. Setiap saat ia bonceng selalu menggoda nafsunya. Siska merasa Pak Bujana adalah sosok yang amat ia segani dan ia merasa terlindungi.
Suatu senja setelah pulang dari tugasnya, Siska mandi dan kebetualn Pak Bujana singgah di rumah Siska. Saat itu Siska baru saja akan berjalan ke kamarnya dengan handuk masih di badannya. Pak Bujana melihat kemulusan bahu dan kulit betis Siska amat bersih dan menambah keinginannya untuk mendekati Siska.
"Oooo... Pak Bujana.. Ada apa, Pak?" kata Siska.
"Ndak, Bu Dokter. Saya cuma ingin mampir saja," jawab Bujana.
"Duduk dulu, Pak.. Saya baru mandi, nihh... Bentar ya, Pak?" kata Siska.
"Silahkan, Buk."
Sempat Pak Bujana melihat ke pinggul Siska. Oooohhhhh amat menggodanya.... Ooo.. ia telan air liurnya.
Senja telah beranjak dan Siska pun keluar kamar dengan pakaian kaos longgar dan celana 3/4. selama ia mengantar Siska baru kali ini ia melihat kulit Siska yang putih dan mulus mulai dari bahunya. Siska selama bertugas selalu pakai celana jeans dan baju kemeja dokter jadi semua bentuk tubuhnya tertutup.
Lalu Pak Bujana berbincang-bincang dengan Siska. Karena hari mulai hujan dan angin pun bertiup kencang, maka mereka masuk ke beranda dalam. Siska pun tak lupa menyediakan makanan kecil dan minuman. karena telah akrab maka sesekali mereka ngomong kesana kemari dan kadang masalah seks. Bagi Siska amat lumrah, karena ia dokter dan Pak Bujana bukan orang lain baginya. Ia ladeni terus Pak Bujana berbicara.
Lalu Pak Bujana menggeser duduknya dan ada sesuatu yang membuatnya ingin lebih dekat kepada Siska. Siska pun dengan antusias membiarkan Pak Bujana duduk di sampingnya.
"Bu Dokter?" kata Pak Bujana. "Saya merasa Bu Dokter amat pintar. Apa ndak takut tinggal di rumah ini?"
"Ooo.. ndak, Pak..." kata Siska.
"Oooo... cincin Ibu amat bagus. Coba saya liat." kata Bujana sambil meraih tangan Siska.
Siska biarkan Bujana meraih tangannya. Namun Bujana bukannya melihat cincin namun meremas tangannya.
Siska kaget dan bertanya.
"Jangan, Pak... Malu saya. Masak Pak Bujana begitu?" katanya.
"Ooo.. maaf, Bu," kata Bujana.
Lalu Bujana kembali melihat cincin dan berkata.
"Ibu cantik. Kalo saya punya istri seperti ibu ndak saya biarkan kemana-mana," kata Bujana.
Siska hanya senyum sambil memandang Pak Bujana.
"Jangan lagi la, Pak. Masa sudah 3 ndak cukup-cukup? Apa bapak ndak repot harus menggilir dan membagi belanja?" kata Siska.
"Oooo.. tenang aja, Bu... Saya sudah atur, koq," kata Bujana.
Lalu Bujana melingkarkan tangannya ke bahu Siska. Siska pun melepaskan tangan Bujana itu. Bujanapun maklum, lalu ia dekatkan mulutnya dan ia tiupkan nafasnya ke tengkuk Siska yang di tumbuhi rambut halus sebab saat itu Siska mengikat rambutnya.
Siska bergidik. Ia merasa khawatir dengan sikap orang ini. ia kenal baik dan orang ini seperti ingin sesuatu darinya.
Lalu Siska menjauh. Ia berpikir kalau Ryan pacarnya, yang juga tunangannya, belum pernah berbuat seperti ini. Mereka pacaran pun biasa saja paling hanya cium pipi dan pegang tangan. Naluri wanitanya bangkit, namun menghadapi orang tua seperti Bujana ia harus bijaksana.
Bujanapun lalu terus mendekat kearah Siska, sambil berkata.
"Buuuu... Saya merasa suka dengan Ibu."
Siska hanya diam.
Lalu Bujana kembali meraih tangannya dan menarik Siska ke pelukannya. Siska ingin berontak namun ia segan dan merasa serba salah. Ia biarkan Bujana memeluknya dan Bujana pun membelai rambut serta memainkan balik telinga Siska.
Karena suasana mendukung dan di rumah itu tiada cahaya listrik, ditambah hari hujan maka Siska pun terbawa hanyut dalam pelukan Bujana yang seusia dengan ayahnya.
Merasa mendapat kesempatan, Bujana tidak menyia-nyiakannya. Ia cium bibir Siska. Sebagai laki-laki berumur, ia amat berpengalaman dalam soal menaklukan wanita, apalagi wanita seperti Siska yang masih mentah dan belum berpengalaman.
Siska terbawa arus gairahnya, sebab Ryan belum pernah seperti itu terhadapnya. Dengan keliaran tangan Pak Bujana, jari Bujana berpindah kedalam blus yang dikenakan Siska. Lalu ia pilin bukit kembar itu.
Siska terhengak. Badannya panas dingin merasakan sensasi itu. Sementara mulut Pak Bujana terus menempel di bibir Siska dan turun ke leher jenjangnya. Meskipun hari hujan dengan derasnya di luar namun badan Siska mengeluarkan keringat.
Lalu Pak Bujana menghentikan aksinya dan terlihat wajah Siska memerah menahan gejolak nafsu sekaligus juga perasaan malu. Ia tahu Siska ingin permainan dilanjutkan namun Bujana ingin sesuatunya aman.
Ia angkat Siska ke kamar yang cukup bersih di rumah kayu itu. Di dalam kamar itu Bujana membaringkan Siska lalu ia berjalan ke luar untuk mengunci pintu rumah serta pintu kamar dari dalam. Siska tergolek di ranjang besi model tempo dulu yang ada di kamar itu sambil menunggu Pak Bujana kembali.
Lalu Pak Bujana kembali memulai aksinya dengan membuka kancing baju Siska. Baju itu ia lepaskan dan terbukalah tubuh bagian atas Siska. Siska hanya mendesis dan memicingkan matanya. Ia merasa malu dan jengah. Setelah baju itu terbuka, terpampanglah sepasang dada putih mulus tertutup BH bermerk Wacoal. Siska memang anak orang kaya yang amat memperhatikan pakaian dalamnya.
Pak Bujana lalu bergerak kebelakang tubuh Siska dan menciumi tengkuk yang ditumbuhi rambut halus itu, lalu turun ke bahu dan leher Siska. Siska hanya merem melek merasakan rangsangan yang mulai naik keubun-ubunnya.
Lalu tangan Bujana yang telah keriput itu, membuka pengait BH berwarna pink itu sehingga terlihatlah dua bukit salju yang puncaknya kemerahan. Pak Bujana yang melihat itu, tau bahwa puting dada Siska belum terjamah tangan laki-laki. Ia tau bahwa ada hentakan dari tubuh Siska saat ia putar puting dada saat itu. Putingnya pun masih kecil dan dengan bernafsu Pak Bujana lalu meremas dan memilin kedua bukit kembar yang ukurannya segenggam tangannya.
Siska hanya melenguh dan keringat mulai membasahi tubuhnya yang putih mulus itu. Kepalanya bergerak ke kiri ke kanan menahan geli dan nafsu. Dengan mulutnya Pak Bujana lalu menjilat puting dada Siska lalu menggigitnya dengan penuh perasaan, membuat dada yang putih itu menjadi merah dan lalu jilatan Pak Bujana turun ke arah perut Siska.
Langkahnya terhalang oleh celana Siska. Dengan tangannya, Pak Bujana menurunkan celana 3/4 itu ke lutut Siska dan lalu ia masuki goa vagina Siska dengan jari tangannya. Di sana ia menemukan hutan yang perawan dan terlindung, lalu ia menemukan goa yang mulai basah. Jari tangan Bujana memasuki goa terlarang itu dan memilin daging kecil yang ada di sela dinding goa Siska.
Siska terperanjat. Buru-buru ia tarik tangan pak Bujana.
"Jangan, Pak. Sudahlah... Pakk... Yang itu jangan... mohon saya, Pak.." pinta Siska kepada Pak Bujana.
"Itu bukan buat Bapak... cukup, Pak? Saya akan menikah 3 bulan lagi," kata Siska.
Pak Bujana menghentikan aksinya. Dengan wajah menahan nafsu, ia pandangi Siska. Ia tahu juga bahwa Siska pun sedang menikmati aksinya tadi. Ada bayangan kecewa dari mata Siska, namun Pak Bujana mengerti, bahwa memang sebagai seorang perawan Siska adalah seorang gadis baik-baik. Wajarlah kalau keperawanannya ingin ia persembahkan kepada suaminya kelak yaitu Ryan.
"Bapak... kan sudah mendapatkan apa yang Bapak inginkan. Maaf, Pak... Mungkin bapak kecewa..." kata Siska.
"Pak.. sampai saat ini pun Bang Ryan, calon suami saya, belum pernah mencium bibir apalagi sampai telanjang seperti ini.. Hanya Bapaklah yang mampu membuat saya bisa sampai seperti saat ini. Maafkan saya pak."
Pak Bujana diam, ia merasa Siska benar, namun ia ingin sekali menuntaskan gelora birahinya... Maka sekali lagi ia peluk Siska yang saat itu bertelanjang dada.
Lalu Pak Bujana meraih bibir Siska dan menciuminya Siska diam saja. Ia tahu Pak Bujana pasti kecewa, ia biarkan saya Pak Bujana kembali bertindak seperti tadi.
Lalu lidah Pak Bujana kembali bermain di rongga mulut Siska dan tangannya meraih dada Siska. Siska membiarkannya. Ia tidak ingin mengecewakan orang tua itu. Lalu aksi Pak Bujana kembali mulai dengan memilin buah dada Siska hingga Siska mau tidak mau bangkit nafsunya. Bujana ingin sekali merenggut kegadisan dokter cantik ini, apapun resikonya. Ia telah setengah jalan.
Lalu Siska kembali ia rebahkan ke kasur itu. Pak Bujana pun membuka busananya. Lalu ia buka kemejanya juga celana panjangnya sehingga Bujana hanya memakai celana dalam saja. Dada Bujana penuh bulu dan wajah Bujana yang keras itu menampakan keinginan yang besar untuk memerawani Siska. Belum pernah ia ditolak oleh wanita. Siska anak kemarin sore harus takluk kepadanya. Itulah prinsipnya.
Lalu ia buka celana 3/4 Siska sampai terlihat CD hijau muda bermerk sama dengan BH-nya. Masih terpasang CD itu, jari Pak Bujana meletakkan jari tangannya di belahan bibir vagina Siska. lalu dari samping CD itu ia masuki goa itu dengan jarinya.
Siska berkali kali merasa lonjakan pada dirinya tanda nafsunya menaik. Pak Bujana tahu, Siska mulai tak sadar akan tindakannya. Lalu CD itu ia turunkan dari selangkangan Siska.
Dengan sebelah tangannya, Bujana membelai bibir vagina dan memainkan klitoris Siska. Siska histeris. Lalu kepala Pak Bujana turun diantara paha Siska dan menjilat kelintit yang telah memerah itu. Inilah yang membuat Siska terpejam matanya dan kakinya menghentak hentak kegelian.
Ada sedikit malu pada dirinya saat itu. Namun rasa itu hilang dengan gelora birahinya. Pak Bujana tahu itulah saat-saat seorang gadis ingin merasakan sorga dunia. Pengalamannya telah biasa seperti itu.
Tidak berapa lama kemudian Siska memuncratkan air maninya keluar sedangkan saat itu lidah Pak Bujana sedang ada di bibir vaginanya. Siska orgasme dan lemaslah seluruh tubuhnya.

Lalu Pak Bujana kembali memilin dada dan bibir vagina Siska. Siskapun tidak mengerti ia hanya pasrah padahal saat itu ia telah melarang Pak Bujana menjamah kemaluannya.
Setelah yakin Siska mulai naik nafsunya, Pak Bujana melihat Siska terpejam dan kakinya menghentak-hentak, maka ia buka CD-nya, sehingga tersembullah sebatang kontol Pak Bujana yang meskipun tampak hitam namun telah 3 orang wanita ia perawani. Penis Pak Bujana tegak perkasa ingin memasuki goa terlarang milik Siska.
Siska merinding melihat panjang dan besarnya penis Pak Bujana yang tegak saat itu. Seumurnya baru kali ini ia melihat yang sebesar itu. Saat ia kuliah dulu ia hanya melihat vital pria yang telah mati dan tidak membuatnya takut.
Perlahan tangan Pak Bujana membuka paha Siska namun Siska merapatkan pahanya. Sebagai perawan ia merasa harus mempertahankannya. Berulang-ulang Pak Bujana berusaha membuka paha Siska. Ia ciumi betis dan jari Siska. Itu pernah ia lakukan saat ia melakukan hubungan seks dengan istrinya saat malam pertama dulu. Ia tahu Siska akan menyerah.
Memang tindakannya itu membuat kedua paha Siska terkuak dan terbuka sehingga tampaklah lobang yang basah dan rapat.
Tangan Pak Bujana mengelus elus paha yang putih itu dengan hati-hati. setelah paha Siska sempurna terbuka lalu ia angkat kedua kaki Siska ke bahunya. Lalu ia ganjal pinggul Siska dengan bantal. Ia berharap penisnya akan lancar saja masuk ke vagina Siska. setelah itu, ia arahkan kepala penisnya.
Siska memejamkan matanya, tidak berani menatap aksi Pak Bujana. Berulang-ulang Bujana mencoba namun terus gagal. Siska pun telah bersimbah keringat sehingga kulitnya jadi mengkilat, ditindih tubuh hitam yang juga berkeringat.
Lalu Pak Bujana membuka kaki Siska agak melebar dan paslah kepala penisnya memasuki dinding perawan itu. Lalu ia raih tangan Siska dan ia pegang keduanya sedang kontolnya telah mulai masuk.

"Aduhhhhhh..... Saaaakitttt, sakitttt... pakkkk..." jerit Siska.
Bujana menghentikan goyangannya... Ia sadar itulah saat selaput dara Siska robek dan ia lalu perlahan mendorongkan masuk seluruhnya...
"Aduuuukhhhhhhhhh.... Ugghhhhhh.... Ampun, Pak...." jerit Siska.
Lalu Pak Bujana mengulum bibir Siska dengan mulutnya sehingga jeritan Siska tidak membuat pecah konsentrasinya. titik air mata menetes di mata Siska... Ia menangisi.... telah tidak gadis lagi dan kegadisannya direnggut orang lain. Bukan pacarnya.
Lalu... air mata Siska telah bercampur dengan keringat pada wajah dan badannya. Sedang saat itu di luar rumah sedang hujan deras seakan tidak mau kalah dengan kedua makhluk dalam kamar itu.
Berkali-kali Bujana memajumundurkan penisnya keluar masuk lobang yang masih perawan itu. Hal biasa baginya seorang gadis menangisi saat ia diperawani. Memang awalnya sakit namun setelah agak lama hubungan kelamin itu semakin nikmat rasanya. Itu dirasakan Siska. Ia memang masih mentah dalam hubungan seks. Ia pun menuruti gerakan Bujana.
Lalu setelah beberapa menit kemudian Bujana memuntahkan spermanya di dalam vagina Siska. Siska pun dari tadi telah beberapa kali orgasme. Lalu Pak Bujana menghentikan gerakannya dan tetap membiarkan penisnya tertanam di dalam lobang kemaluan Siska. Ia tertidur. Siska pun merasa letih dan nyilu pada selangkangannya.
Malam itu Pak Bujana melihat adanya noda darah pada paha dan seprei yang telah kusut karena permaianannya tadi. Menjelang subuh Pak Bujana kembali mengulang permainan ranjang itu. Siska pun seolah mulai mengerti dan tau caranya.
Malam itu sempat terjadi 3 kali permainan habis-habisan. Seolah dunia milik mereka. Sedang Siska mulai lupa dengan Ryan.
Siska terjebak oleh nafsu Bujana dan iapun setia melayani Bujana, baik saat bertugas atau sedang libur.
Bujana pun berkeinginan menjadikan Siska sebagai istrinya. inilah yang membuat Siska sedih, orangtuanya pasti marah dan Ryan akan memusuhinya. Namun akhirnya ia bertekad akan membatalkan pertunangan dengan Ryan. Ia pun ingin hidup di dusun itu dengan Bujana yang ia rasakan amat perkasa. Sebab bagaimanapun bagi Siska, kegadisannya telah direnggut Pak Bujana maka Pak Bujanalah yang bertanggung jawab.
Siska setiap bulan masih selalu pulang ke rumah orang tuanya di kota. Setelah kembali dari kota, ia telah ditunggu oleh Pak Bujana yang akan memberinya sejuta kenikmatan ranjang.
Meskipun umurnya telah tua, Bujana selalu memiliki stamina yang yahut dalam hubungan seks. Sebagai seorang kepala suku di pedalaman itu, ia mengetahui resep untuk tetap kuat.
Siska pun dengan rela meninggalkan kemewahan yang ia miliki dengan kekasih dan orang tuanya dan memlih hidup dengan Bujana di desa itu yang masih terbelakang.

TAMAT

Cewek Seksi Berpose Pamer Body Bahenolnya



Cerita Panas

Model Seksi

More Article »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. IndoHoi - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger