Posting Terbaru :

ABG Montok Pamer Keindahan Tubuhnya

Written By detikberita.com on Senin, 12 Maret 2012 | 04.59





[Cerita Panas] Lia Sang Pramugari

Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura. Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk sering keluar negeri bertemu dengan klien.

Suatu waktu, aku harus terbang ke LA. Dan perjalanan selama 15 jam dari Singapura direct ke LA sangatlah panjang dan membosankan. Aku sudah menonton tiga film, makan dua kali dan masih ada sisa 7 jam perjalanan.

Karena aku duduk di bussiness class di upper deck, aku bisa leluasa turun ke lower deck. Karena dua-duanya adalah zone Bussiness Class. Sekitar lima menit, aku melihat pemandangan awan dari jendela kecil.

" Excuse me, sir... " sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku. " Are you from upper deck? " Aku mengangguk, " Yeah... why? " aku mengintip name tag di dadanya.

Yuliana Sastri... wah nama indonesia nih ! " I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time... " jawabnya dengan sopan. " Dari Indonesia ya kamu? " todongku. " Lho... iya ! Bapak dari Indo juga? " tanya lagi. " Uh kok Bapak sih... belum juga tua, kok dipanggil Bapak... panggil nama aja... aku Joe... " " Oh... saya Lia... Bapak eh... kamu mau ke LA ya? " kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit.

Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

" Yah... aku ditinggal sendiri deh, hehe... " katanya setelah temannya pergi. " Lho, kenapa? " " Jam istirahat... tadi aku uda istirahat 3 jam... dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berdua-berdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh... " " Oh... gitu... ya... gapapa deh... aku temani... aku bosen banget dari tadi di atas... sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi... "

Lia tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. " Kamu beneran nih belum punya cowok?" tanyaku iseng. " Lagi ga ada... soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion... "

Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita. " Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini... hihi... habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya... mungkin aku terlalu jelek ya... " katanya menerawang.

" Gak, kok... kamu cantik banget... dan... " aku menatap matanya, " seksi... bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu... " tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine. " Masa? Kamu boong ya... Joe... aku kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh... " Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga... " Kalau kamu kasi aku liat, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak... " tantangku.

Lia tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ," Beneran nih? " " Sumpah... " Lalu Lia memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin.

Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. " Lia... kamu seksi banget... " desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Lia membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Lia mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. " God, u re so sexy, baby... " bisikku di telinganya.

Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Lia mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Lia mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kont*lku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Lia ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati mem*knya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya. " Ahhh... ahhh... I'm gonna come... Arghhhh... uhhh... yes... yes... baby... " ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Lia benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kont*lku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Lia melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kont*lku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Lia tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ," Oh... gitu Joe... gigit seperti itu... I feel ******.. " Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Lia makin terangsang. kont*lku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit... " gila... mem*k lo kok menyempit gini, sih Lia... Oh... gila... " Ia tersenyum senang. Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kont*lku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Lia merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.

" Ah joe... You're so... soo... Ohh... i am gonna come... i m gonna come... again... Arghhh... Ohhhhh uhhhhhh... " Lia orgasme untuk kedua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kont*lku dari mem*knya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Lia tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kont*lku ke mem*knya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah.

Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. " yeah... I am your bitch... fu*k me real hard... please... "

Buset... ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kont*lku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Lia naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan kata-kata kasar. kont*lku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. " Ah... baby... yeah... oh yeah... " kont*lku terasa makin becek oleh cairan mem*knya.

"Lia... aku juga mau keluar nih... " " oh tahan dulu... kasih aku... kont*lmu... tahan!!!!" Lia langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kont*lku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. " ArGGGhhhh!! Oh yes !! " erangku tertahan. Lia menyedot kont*lku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kont*lku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kont*lku dengan gerakan makin pelan.

Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Lia berlutut dan menjilati seluruh kont*lku dengan rakus. " Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ?" bisiknya dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini... !!

Setelah Lia menjilat bersih kont*lku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu toilet.

Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.

" Baiklah, Pak Joe... saya harus siap-siap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? " godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas.

Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Lia sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke LA, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini. Kalau aku ke kota dimana dia tinggal.
Pacarku? Masih jalan juga lah... jadi punya dua cewek, deh...

Mahasiswi Cantik Bertubuh Mulus


[Cerita Panas] Kenikmatan Perampokan Bank

Written By detikberita.com on Minggu, 11 Maret 2012 | 22.59

Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa.

Chapter 1: Pandangan Suami



Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Aris Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Kristin (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.



Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Aris dan Kristin mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.



Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.



“Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah,” teriak seorang lelaki yang memimpin.



Ini perampokan, pikir Aris. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Aris mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.



Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.



Aris dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara.



Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu, dan semua mulut mereka ditempel lakban.



Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu, tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Kristin istrinya.



Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.



Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.



Aris mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Kritin.Aris lega, ternyata Kristin berada di sebuah lorong sempit menuju toilet. Aris meihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.



Tubuh Kristin dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.



Dalam suasana tegang itu, Aris melihat satpam dan Kristin terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.



Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Aris bersyukur, Kristin dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Kristin membuak ikatan Aris.

“Untung kita nggak diapa-apakan ya ma..,” kata Aris merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.



Chapter 2: Kasaksian Istri



Bagi Kristin, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.



Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Kristin risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.



Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Kristin melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah beruang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.



“Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya..,” kata satpam Partodi. Kristin mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil.



Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Kristin dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya. Kristin sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.



“Terus bagaimana caranya,” tanya Kristin menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.



Partodi lalu menjelaskan pada Kristin bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis.



“Kita masih punya kaki yang bebas bu. Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya… mungkin akan berhasil,” kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Kristin berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Kristis tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesah Kristin bila tertindih.



Posisi Kristin sudah di atas tubuh Partodi. Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Kristin menjejakkan kaki secara maksimal mekantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.



Kristin terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Kristin naik sampai bongkahan pantatnya terlihat. Tapi tak apa, pikir Kristin, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Kristin.



“Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya,” Partodi berbisik pada Kristin. Entah mengapa kata-kata “goyang” yang dibisikan Partodi membuat Kristin risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.



Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36Dnya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh keduanya mulai mempengaruhi libido Kristin.



“Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan..,” Kristin berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Kristin. Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Kristin.

“Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari,” Partodi agak gugup dan malu menyadari Kristin mengetahui penisnya mulai bangun.



“Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya..,” kata Kristin. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Kristin juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.



Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.



Kristin kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.



Bagian perut Kristin sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Kristin berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.



“Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya..,” suara Partodi semakin parau. Tubuh Kristin yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Kristin kini sudah diatas melewati ujung penisnya.



Kristin setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.



Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Kristin justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing milau terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.



“Enghhh..,” Kristin melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Panis Partodi yang sudah sangat tegang terdoring keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Krsitin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Kristin. Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Kristin yang terhalang CD.



Kristin terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi beregerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuah gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditanganya yang tertindih ke belakang. Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Kristin.



“Enghh.. ahhss..,” Kristin mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Kristin merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.



“Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih..,” Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Kristin secara langsung, karena sisi CD kristin yang membasah tergeser ke samping.



Kristin berusaha mengembalikan konsentrasinya, dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Kristin tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.



Kristin mulai putus asa. Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.

Konsentrasi Kristin gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Kristin.



“Ough..,” Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Kristin. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Kristin.



Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Kristin, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Kristin akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.



“Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?.” kata Kristin, wajahnya bersemu merah. Tubuh dan wajah Kristin serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.



“Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini..,” jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.



“Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun, dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. tapi itu hanya sekali ya, dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini..,” kata Kristin dengan nafas berat.



“Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu. Kalau kontol saya masuk ke pepek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa,” Partodi polos ketakutan.



“Hnnggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmm… enghhmmmpp… ahssstt banngghh… ahhhkksss,” Kristin mengerakan tubuhnya bergeser ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.



Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara, dan badannya kekar. Penis Partodi dirasakan Kristin lebih besar dan padat dari penis Aris suaminya. Kristin merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.



“Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas,” Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Kristin.



“Iya bang.. hmmmpphh aahhss… banghhsss.. emmpphh.. ahssss,” Kristin berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Kristin tak mungkin menaikkan tubuhnya.



“Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss..,” Kristin kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya mebuat nafasnya semakin berat.



“Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh,” Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.



Partodi melakukan itu beberapa kali. Pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Kristin. Kristin sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.



“Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkk… enghhhmm,” Kristin semakin mendesah, kini pinggul Kristin melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.



Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuak kancing-kancing baju Kristin dan meremasi payudara Kristin.



“Emmphhh… banghhsss emmphhhhsss,” Kristin semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.



Partodi meloloskan susu Kristin dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Kristin, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Kristin agar penisnya mengakses jauh vagina Kristin. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Kristin, tangannya menekan dan meremasi pantan Kristin membuat Kristin semakin mendesis.



“Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg,” Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Kristin. Ya pinggul Kristin sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Kristin.



“Akhh banghh… sshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss..,” Kristin sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.



“Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss..,” Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Kristin tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.



“Iyaahh banghh.. terusinnn duluhh… akhhsss.. ouhh…,” tangan Kristin yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Kristin semakin liar.



Masih disatukan dengan ikatan di pinggang, Partodi membalik tubuh Kristin sehingga kini Kristin ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Kristin secara utuh. Cairan vagina Kristin menimbulkan bunyi kecilpakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.



Kristin merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.



“Oughh.. banghhhss… akhhsss.. sayaahhh banhgg… akhhhsss say..ah.. sampaaiiihhh bangghhsss… ouhhhggg…,” Kristin merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.



“Aghh… ahhh… yehh… buhhh… akhhsss uhhh…mmmpphhh..,” Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Kristin dan melepas spermanya menyembur dinding rahim Kristin sambil bibirnya langsung melumat bibir Kristin. Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.



Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melapas iakatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.



“Emm.. bu.. maafkan atas yang bausn terjadi bu. Saya hilaf… engg..,”



“Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf..,” Kristin memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.



Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Kristin mencari Aris suaminya yang terikat di lantai dua. Kristin menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Aris dari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya.()

Tante Bahenol Pamer Body Mulus





Intan Mahasiswi Cantik Bertoket Gede


Foto Hot dan Syur Agni Pratisha





Winda Cewek Bertoket Gede Bertubuh Bahenol





Model Cantik Bertubuh Sempurna Derriel Jacqluine Part 2









ABG Cantik Dengan Bikini Pamer Body Indah




ABG Lugu dan Polos Belajar Binal




Rachel Aldana, Pemilik Payudara Terbesar Kedua di Inggris

Kumpulan Foto Rachel Aldana, Pemilik Payudara Terbesar Kedua di Inggris 
BUAH dada bagi wanita menjadi aset sekaligus modal kepercayaan diri. Apalagi bagi sebagian wanita mengharapkan jika payudara semakin besar, maka akan semakin menarik di mata pria.
Banyak wanita tak percaya diri ketika memiliki ukuran payudara yang besar merupakan anugerah bagi kaum wanita. Padahal, payudara besar merupakan anugerah yang harus disyukuri karena banyak wanita di luar sana pun mengimpikan memiliki payudara besar. Yang perlu Anda ingat, memiliki payudara besar atau kecil sekalipun tidak perlu minder karena pertumbuhan payudara tetap terjadi seiring perjalanan usia, seperti dilansir The Sun, Jumat.

Kumpulan Foto Rachel Aldana, Pemilik Payudara Terbesar Kedua di Inggris

Rachel Aldana, 24, yang memenangi gelar ukuran payudara terbesar 30 J pada 2007 mengatakan, payudaranya kini menggelembung hingga 30 L.
"Saya takut mereka berpikir akan menjadi apa nantinya. Terkadang saya merasa seperti memiliki sepasang boobs berjalan. Semua orang dapat melihatnya, hingga pada akhirnya saya khawatir dapat berjalan atau bahkan berdiri," tambahnya.


Kumpulan Foto Rachel Aldana, Pemilik Payudara Terbesar Kedua di Inggris

Saat ini Rachel hanya memiliki buah dada terbesar kedua secara natural di Inggris setelah Donna Jones, 29, melampaui ukurannya maju ke depan dengan ukuran 40 M pada 2008. Namun jika payudara Rachel tumbuh pada tingkat yang sama saat ini, ia akan memiliki gelarnya kembali dalam waktu dua tahun.
Para penata rambut dari Brackley, Northants mengatakan, ibunya mengalami penurunan payudara dari 30 K ke C. Tapi Rachel terlalu takut untuk berada di bawah pisau operasi – meskipun payudara tersebut dapat menyiksa sakit punggung.


Kumpulan Foto Rachel Aldana, Pemilik Payudara Terbesar Kedua di Inggris

"Ini adalah penyiksaan memiliki monster-monster di depan saya. Hal terburuk adalah mereka tetap tumbuh," lanjutnya. Dan Rachel menjelaskan pacarnya John, 40, benar-benar mendukung dirinya.


"Payudara saya tidak pernah menjadi masalah bagi dia" tutupnya
 
 

Ranti Bispak Penggoda Nafsu Birahi




[Cerita Panas] Rita Diperkosa Dosen

Rita gemetar ketika memasuki ruangan dosen itu sore itu. Ruangan itu sepi dan hanya ada sang dosen yang selama ini terkenal galak dan tidak pernah ramah dengan mahasiswanya. Dia mendekati Pak Rudi yangs edang duduk di depan mejanya di sudut ruangan yang sepi. Hujan dil uar semakin menambah seram suasana sepi kantor dosen itu.

Dia menatap Pak Rudi yang sedang mengerjakan koreksi jawaban ujian mahasiswanya. . “ Rita, duduk. . “. kata Pak Rudi dingin, memerintah Rita. Rita pun hanya bisa menurut. aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu duduk di kursi di seberang meja Pak Rudi.

Pak Rudi kembali mengerjakan koreksinya,sementara Rita hanya bisa diam menunggu sambil gelisah. Akhwat itu sebenarnya ingin segera pulang, namun karena ia harus mendosens nilainya yang jelek agar bisa segera ambil bebas teori semester depan, dia harus melobi Pak Rudi dosennya ini.

Beberapa waktu kemudian, sepertinya Pak Rudi sudah selesai dengan pekerjaannya dan memandang Rita. :mau apa kamu?” tanya Pak Rudi dingin.


Rita semakin gelisah, namun segera gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu memberanikan diri untuk berbicara, “ emm. . begini pak. . saya dapat nilai jelek di mata kuliah bapak. . mohon bisa dipertimbangkan lagi pak. . saya butuh lulus dari mata kuliah itu agar bisa ambil bebas teori. . ” kata Mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu .

“wah, gimana ya mbak. . anda yang ngerjain soal ujian, dan dapat nilai jelek, masak saya harus merubahnya. . kan gak adil sama yang lain. . ” kata Pak Rudi datar dan santai.

“ya. . gimana lah pak. . saya mau kerjain apa aja. . dikasih tugas seabrek, atau soal ujian ulangan seabrek juga mau pak. . asal saya bisa lulus. . ” kata Rita sambil menunduk. Pak Rudi terdiam sebentar lalu berdiri dan duduk dimeja, pas didepan Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu .

Pak Rudi tersenyum , “yaudah, gini aja. . ”.

sabentar yerdiam, Pak Rudi melanjutkan, “ kamu harus mau ngeliatin celana dalammu. . ” kata Pak Rudi santai. Rita terbelalak dan memandang wajah Pak Rudi tak percaya. “apa pak?” tany aMahasiswi cantik berjilbab lebar itu tak percaya.

“ah, kamu dengar kan. . mau gak. . kalo gak mau ya selamat mengulang tahun depan. . ” kat aPak Rudi santai.

“tapi pak. . ”

“mau gak?!”

“tapi. . saya malu pak. . ” kata Rita tertunduk lagi. Wajahnya merah padam.

“ah, gak ada siapa2 disini. . cuman ngelihatin aja. . mau gak?” tanya Pak Rudi lagi.

Dengan pelan, gadis alim berjilbab lebar itu mengangguk lemah. Ia tidak ada pilihan lain. .

“ ya udah Rita, sekarang coba kamu duduk di meja ini, trus naikkan rokmu, trus duduknya ngangkang , saya mau lihat celana dalam kamu. . ” kata Pak Rudi. Rita menunduk , lalu pelan2 mahasiswi cantik berjilbab lebar itu bangkit dari duduknya dan menaikkan rok panjangnya lalu duduk di sudut meja sambil melebarkan kakinya. celana dalamnya yang putih terlihat jelas oleh pak Rudi.

“dah kan pak?” kata Rita gemetar. Rasa malu dan marah bercampur menjadi satu.

namun tiba2 Pak Rudi langusng membungkuk, mengulurkan tangan besarnya dan meraba celana dalam Rita. Rita mengelijang kaget. Pak Rudi mengucek2 cepat vagina Mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu ,s ampai hanya beberapa saat terasa sedikit basah tepat di selangkangannya. Pak Rudi tahu itu cairan vagina Rita.

“mmmhh. . jangan paaak…” kata Rita meronta lemah.

“ealah nih, Cdmu basah. . Rita kamu terangsang yah. . ” tanya Pak Rudi. Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu tak menjawab sambil terus menutup kakinya, mukanya merah “ malu pak , saya malu. . ” namun tangan Pak Rudi yang sudah ada di selakangan Rita tidak menghentikan kucekannya.

“ eit , jangan di tutup , kamu janji mau nurut kan , mau lulus gak. . ” kata Pak Rudi. Rita menundukan kepalanya , dan kembali membuka Kakinya lebar-lebar , memperlihatkan selangkangan celana dalam putihnya. Wajah Rita ditundukkan. Nampak sangat merah padam sambil menggigit bibirnya merasakan perlakuan erotis Pak Rudi. Aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu benar benar di buat malu.

Di saat Rita menunduk malu , dan tiba tiba , ada sinar putih terang nyala sekejap. “ Ahh , pak jangan di foto. . “ lalu kakinya kembali menutup rapat. Pak Rudi tersenyum “ tenang saja , ini buat koleksi pribadiKu. . ”.

“ ayo Rita , buka lagi kaki kamu lebar. . ” kata Pak Rudi. “ Pak saya tidak mau di foto seperti ini , malu pak. . ” kata Mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu . Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu hampir menanggis. Namun Pak Rudi kembali mengeluarkan kartu as-nya “ Kamu mau lulus gak. . ” kata Pak Rudi.

Rita hanya terdiam, mengangguk dan kembali membuka kakinya lebar-lebar pelan-pelan. Pak Rudi langsung memfotonya lagi beberapa shoot lalu meminta Rita menyibakkan jilbab lebarnya dan melepas kancing bajunya.

Rita tak kuasa , mahasiswi cantik berjilbab lebar itu menangis ,” tolong pak , saya malu , jangan permalukan saya tolong lah pak…” kata Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu memelas.

“ sudahlah, katanya mau lulus.. sekarang buka kancing baju kamu seluruhnya , dan duduk ngangkang. . ” perintah Pak Rudi. Tak ada pilihan lain , Rita menuruti perintah Pak Rudi.

Mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu menyibakkan jilbab lebar ungunya lalu membuka kancing bajunya. terlihat Bhnya yang modelnya seperti kaos kutang , tapi pendek. Rita kemudian mengangkang. Pak Rudi memfoto Rita lagi ,dalam posisi seperti itu ,beberapa shoot. Kemudian Pak Rudi memfotonya lagi , Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu dengan baju terbuka , Branya putih ,dan duduk ngongkong dengan celana dalam putih.

Lalu Pak Rudi mengangkat branya , dan Buah dada Rita yang sekal dangan putting yang kecil dan berwarna kemerahan terlihat. Pak Rudi meraba putingnya , lalu meremas lembut buah dadanya Aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu mengelijing. Kembali Pak Rudi memfotonya beberapa shoot.

Lalu tangan Pak Rudi merayap ke bawah , dan manyibak celana dalam Rita. Rita yang sudah shock akan perlakuan pak dosennnya yang bejat itu bingung untk berbuat apa dan hanya bisa pasrah. Mata Pak Rudi melotot melihat Vaginanya , sama sekali bersih tanpa bulu , kecil dengan bibir vagina yang agak basah , merah. Pak Rudi menciumi vaginanya , Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu mengelijing. “ wah , Rita memek kamu harum yah. . ” katanya. Rita diam tak menjawab.

Tangan Rita di pegang , dan dibawa ke bawah “ Rita , sibak celana dalam kamu seperti ini yah , saya mau foto kamu. . ” kata Pak Rudi.

Rita tak bisa berbuat apa apa , selain memenuhi kemauan dosennya itu. Pak Rudi memfotonya beberapa shoot , terutama di bagian vaginanya.

Setelah puas dengan itu , Pak Rudi , membuka celananya , dan juga kolornya. Penisnya yang hitam besar , ngaceng tegak sekali. Rita melotot melihatnya. Rita yang selama ini selalu menjaga pandangannya belum pernah kaipun melihat penis laki-laki secara lansung. Pernah dia melihat sekali ua kali video porno dari laptopnya karena ingin tahu, tapi melihat langsung seperti ini ia belum pernah. Apa lagi di video yang ia lihat tak ada yang sebesar Pak Rudi punya. Shock sekali Mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu .

kemudian Pak Rudi mengocok ngocok penisnya sendiri dan mendekati Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu “ Rita , ayo isepin kontolKu. . ” kata Pak Rudi. Tangan Rita gematar , dan meraih batang penis Pak Rudi , Lalu Rita menjulurkan lidahnya dan menjilat ujung penis Pak Rudi. Pak Rudi mendesah “ ahhh……”.

“ Rita , udah pernah liha kontol belum? ” tanya Pak Rudi.
“sudah pak.. di laptop..“ jawab Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu pasrah sambil meneruskan kulumannya.
“wah, etrnyata alim-alim kamu nakal juga yah.. besar mana sama punya bapak..” tanya Pak Rudi
“besar punya bapak.. Punya bapak besar sekali. . ” kata Rita pelan. . Tangan Pak Rudi mengelus kepala Rita yang masih tertutup jilbab lebar berwarna ungu yang rapi dan elegan.
“ kamu suka sama kontol saya. . ” tanya Pak Rudi. Rita mengeleng “ saya takut.. bapak punya besar sekali..”.

“ Rita , kamu harus suka punya saya , ayo buka mulut kamu yang lebar, dan kulum. . ” perintah Pak Rudi. Rita mundur sedikit , “Pak , saya jilatin aja ya pak, gak cukup… . ”

“ iyah , tapi saya suka di kulum. . ” kata Pak Rudi dan terus mendorong kepala Rita yang masih tertutup jilbab kearah penisnya,s embari memajukan pinggulnya agar penisnya masuk ke dalam mulut Rita. Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu meronta , dan mengatup mulutnya rapat.

Tapi tangan dosennya itu turun dan menyusup ke balik jilba ungu lebar Rita yang sudah jatuh menutupi buah dadanya lagi, meraba buah dada kanan Rita dan menjepit puting susunya. Rita menjerit keras, dan Pak Rudi langsung mendorong penisnya masuk hingga tenggorokan Rita. Penis besar itu mulai bergerak maju mundur, sementara Aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu berusaha melepaskan diri sambil terbatuk-batuk.

Rita benar-benar shock. Penis Pak Rudi yang besar tegang dan keras itu masuk hingga tenggorokannya, gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu dapat merasakan sesuatu yang asin dan lengket di dalam mulutnya.

Lalu dengan kedua tangannya Pak Rudi memegang kepala Rita yang masih memakai jilbab lebar yang membuat Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu terlihat santun dan cantik lalu memaju mundurkan penisnya dalam mulut Rita yang kecil. Pak Rudi mendesah dan mengeram kenikmatan. “ ohh , nikmat sekali Oh , gua bisa keluar nih. . ”
Rita tahu Pak Rudi akan mengalami ejakulasi di dalam mulutnya. Kembali mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu meronta berusaha menarik kepalanya.

Tapi dengan kasar Pak Rudi menarik kepala Rita, penisnya makin masuk ke dalam tenggorokan Rita dan menahan kepala Rita hingga tidak bisa bergerak. Pak Rudi kemudian menarik sedikit penisnya dan tertawa melihat Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu tersengal-sengal menghirup udara.

Pak Rudi tidak bisa bertahan lama di mulut Rita. Tiba-tiba Pak Rudi mulai mengerang dan mendengus, tangan yang ada di buah dada Rita mulai meremas dan menarik-narik buah dada Rita, sedangkan tangan yang lain memegangi kepala Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu yang masih mengenakan jilbab dan menggerakannya makin cepat, membuat Rita mengulum makin cepat dan dalam.

Sperma Pak Rudi menyembur di dalam mulut Rita, menyemprot ke dalam tenggorokan Rita, membuat Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu terbatuk-batuk. Penis Pak Rudi tetap ada di dalam mulut Rita, memompa dan menyembur selama sesaat. Akhirnya Pak Rudi menarik penisnya perlahan hingga seluruhnya keluar dari mulut Aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu .
Sperma berwarna putih dan lengket mengalir keluar dari mulut Rita, mengalir turun membasahi jilbab unug lebar dan baju gamis longgarnya. Rita terisak lagi. Pak Rudi mengambil tisuue dan melap bibir Rita , dan juga melap air matanya. “ kenapa menangis , kan kamu akan saya lluskan. . ”. Rita hanya terdiam sambil terus terisak-isak. Mahasiswi cantik berjilbab lebar yang santun itu sangat shock akan apa yang terjadi pada dirinya.

Pak Rudi mencium bibirnya. “ Rita , sekarang kamu buka celana dalam kamu , aku mau menjilati memek kamu. . ” katanya.
Rita yang sudah shock sekali menurut dan pelan-pelan , melepas celana dalamnya. Pak Rudi tersenyum “bagus , sekarang , kamu duduk , dan buka kaki kamu lebar“. Lalu Rita kembali duduk diatas meja dan melebarkan kakinya yang putih dan selama ini tidak pernah terlihat oleh mata lelaki manapun karena mahasiswi berjilbab lebar yang berkulit putih dan cantik itu jaga dengan rok panjang. Vaginanya yang tak berbulu itu terpampang lebar. Pemandanan yang sungguh erotis.

Lalu Pak Rudi jongkok dan menciumi vagina Rita. Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu tersentak, ketika dirasanya sebuah tangan mulai merabai vaginanya. “Mmmmphhh,” Rita mengerang. Kepala Rita menengadah keatas merasakan sesuatu rasa yang belum pernah gadis cantik yang alim itu rasakan sebelumnya.
Tiba-tiba Rita merasakan kehangatan mengalir di vaginanya, tubuhnya tersentak, dan tanpa sadar pinggulnya terangkat. Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu merasa sangat nikmat ketika lidah Pak Rudi menjilati bagian dalam bibir vaginanya, membuatnya basah.

Rita sama sekali tidak bisa melawan sensasi yang timbul di vaginanya. Untuk beberapa menit Pak Rudi terus menjilati bibir vagina Rita, menciuminya dan menjilati cairan yang keluar dari vagina Rita. Dari mulut Gadis perawan alim berjilbab lebar yang selalu menjaga pandangannya itu terdengar pelan desahannya. “ aaahhh ahhh ahh…”.

Pak Rudi , meraih kedua tangan Rita , meletakan dekat vaginanya , dan menyuruhnya membuka lebar bibir vaginanya dengan tangannya. Sehingga Klitorisnya tertampang jelas. Agak merah , membesar dan berlendir.
Pak Rudi sangat hati-hati dan lembut ketika menjilati vagina Rita itu. Kaki dan pinggul Rita bergarak dan tersentak-sentak tanpa bisa dikendalikan oleh Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu .

Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu benar benar terangsang. Pak Rudi masih terus menjilati klitorisnya. Lendir yang keluar pun jadi makanan lezat bagi dosennya itu. Rita terus mengejang , nikmat desahan desahnya makin sering terdengar.

Tangan Rita semakin membuka lebar bibir vaginanya , Dan Pak Rudi makin mempercepat sapuan lidahnya. Pantat Rita terangkat , dan Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu mengejang sesaat , lalu kembali lemas. Kakinya mengejet beberapa kali.

Rita mendesah panjang “ ahhhhh…. ”. Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu telah mendapat orgasmenya.
Pak Rudi , menatapnya tersenyum. “ Rita , nikmat yah…” kata Pak Rudi. Rita tak menjawab , aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu menunduk , dan mukanya merah.
“ Rita sekarang saya akan entotin kamu yah. . ” kata Pak Rudi.

Rita tersentak , mahasiswi cantik berjilbab lebar itu merinding dan menjerit “Jangan, jangan, saya mohon, saya takut , punya bapak terlalu besar , Saya akan lakukan apa saja , jangan entot pak. . ” Rita memohon-mohon.
Pak Rudi cuma tersenyum “ tenang saja , Rita , nanti juga kamu nikmat koq. . ”

Pak Rudi mengangkat kaki Rita lebih tinggi lagi. Penis Pak Rudi sudah berada di hadapan vagina Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu dan menyentuh bibir vaginanya.
Rita gemetar , rasa takut melebihi rasa nikmatnya. Pak Rudi mengesek ujung penisnya di klitoris Rita.

Lalu dengan perlahan Pak Rudi mulai mendorong penisnya, Rita menangis memohon agar Pak Rudi berhenti. Tanpa mendengarkan tangisan Rita, Pak Rudi terus mendorong dan merasakan bibir vagina Mahasiswi cantik berjilbab lebar itu mulai terbuka. Dan Dari mulut Rita terdengar jeritnya “ ahwwwwww “

Rita merasa nyeri di vaginanya. Liangnya di buka paksa oleh penis besar Pak Rudi. Rita mengejang.

Lalu Pak Rudi merasakan kepala penisnya mulai masuk ke dalam vagina Rita diiringi oleh hentakan nafas dari Aktifis kampus cantik berjilbab lebar bertubuh sekal itu . Terus mendorong, Pak Rudi merasakan jepitan erat dari dinding vagina Rita di penisnya.

Pak Rudi melihat Rita, gadis mahasiswi berjilbab ebar yang cantik sekali, dan tubuh yang merangsang Tengah merintih kesakitan , dan mengerang.

Perlahan Pak Rudi mulai mendorong lagi, ia sangat bernafsu untuk merasakan nikmat vagina Rita. Rita sudah meronta sekuat tenaga, tapi Pak Rudi tidak merasakannya sedikitpun. Perlahan, perlahan sekali , Akhirnya penis sepanjang 18 cm itu terbenam seluruhnya. Rita menjerit keras “ aghhh ,sakittt. Sudah… cabut. Paaakkk… ”.

Pak Rudi , melumat bibir mungil Rita untuk membungkam jeritnya. Dan perlahan dia menggoyang penisnya. Gadis cantik berjilbab lebar berwajah ayu dan lugu itu mengejan , kesakitan. Pak Rudi terus mengeluarkan dan memasukan penis besarnya di liang vagina mahasiswi berjilbab cantik yang santun dan lugu itu. Rita terus mengeliat , menahan nyeri di vaginanya.
Pak Rudi terus bergerak pelan , Rita mulai tenang. Pak Rudi trus menggoyang pelan. “ aghh aghh sakit pak. . ”. Tapi Pak Rudi tak peduli. Terus mengoyang dengan pelan.

Sampai Pak Rudi merasa sudah hampir sampai di puncak kenikmatannya , ,dan mulai mengoyang cepat , dan menghentak hentak. Ini membuat Rita menjerit jerit kesakitan “ aggghh sakit pelan pelan , aghhhh sakit. . ”.

Pak Rudi , terus menggoyang , dan mendengus. Dan akhirnya dia membenamkan habis batang penisnya , lalu Dia tegang. dan menumpahkan spermanya di liang vagina Rita. Perlahan penis besarnya mengecil , dan mulai di cabut dari liang vagina Gadis perawan alim berjilbab lebar yangs elalu menjaga pandangannya itu . Sperma Pak Rudi turut mengalir keluar , bersamaan penisnya.

Rita lemas sekali , dan nafasnya tersenggal , mahasiswi cantik berjilbab lebar itu terisak menangis sejadi-jadinya.

Pak Rudi tertawa sambil berkata, “ iyah saya tahu , memek kamu belum terbiasa sama kontolku , besok besok pasti memek kamu biasa koq. . ”.

“ Besok besok , Apa maksud bapak. . ” kata Rita sambil terus terisak.

“ iyah , kalau besok aku entot kamu pasti kamu sudah tak begitu sakit lagi , karena memek kamu sudah melar , ha ha ha…” kata Pak Rudi.

“ tidak pak saya , tidak mau lagi. . ” kata Rita.

Pak Rudi tersenyum “ kamu tahu , apa gunanya , Aku memfoto kamu tadi. . ”.

Rita tertunduk , mahasiswi cantik berjilbab lebar itu sudah tahu ini pasti terjadi. “ maaf , Rita kamu akan jadi buduk nafsuku , sayang ha ha ha ” kata Pak Rudi sambil tertawa.

Lalu Pak Rudi memberinya beberapa lembar tisuue , “ nih , lap memek kamu , ayo aku antar kamu pulang. . ” katanya. Rita membersihkan sisa sisa sperma dosennya , lalu merapikan kembali baju dan jilbabnya yang awut-awutan.

Ayam Kampus Bertoket Gede Butuh Kehangatan





Cerita Panas

Model Seksi

More Article »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. IndoHoi - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger